Kalkulator OEE Industri
Overall Equipment Effectiveness
Hitung dan diagnosa efektivitas mesin manufaktur Anda dalam hitungan detik. Temukan sumber pemborosan (Six Big Losses) pada Availability, Performance, dan Quality sesuai tolok ukur World Class Manufacturing.
Parameter Produksi
Sesuaikan angka di bawah atau gunakan preset industri:
Availability dan Quality berjalan cukup solid. Namun, komponen Performance Anda merupakan faktor penurunan terbesar akibat kecepatan mesin di bawah standar atau minor stop berulang.
Mau Menaikkan OEE Lini Produksi ke Standar World Class?
Pelajari metodologi praktis lantai pabrik: teknik eliminasi Six Big Losses, Autonomous Maintenance (TPM), Single Minute Exchange of Die (SMED), hingga Line Balancing di kursus praktisi EduIndustri.
Memahami Rumus dan Konsep Overall Equipment Effectiveness (OEE)
Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metrik utama dalam Total Productive Maintenance (TPM) dan Lean Manufacturing yang mengukur seberapa efektif operasi peralatan manufaktur dimanfaatkan. Skor 100% berarti Anda memproduksi hanya produk berkualitas (100% Quality), secepat mungkin (100% Performance), tanpa ada waktu berhenti yang tidak terencana (100% Availability).
Tabel Tolok Ukur OEE Industri (World Class Benchmarks)
| Skor OEE | Klasifikasi | Kondisi Operasional di Lantai Pabrik |
|---|---|---|
| ≥ 85% | World Class Manufacturing | Standar internasional untuk daya saing global. Mesin beroperasi sangat optimal dengan Six Big Losses minimal. |
| 70% - 84% | Baik (Typical) | Kondisi normal bagi mayoritas pabrik modern. Terdapat potensi perbaikan berkelanjutan (Kaizen) pada minor stop dan changeover. |
| 60% - 69% | Rata-Rata Industri | Banyak ruang pemborosan. Memerlukan implementasi program Autonomous Maintenance dan pemeliharaan pencegahan (PM). |
| < 60% | Kritis (Sub-optimal) | Lini produksi mengalami kerugian finansial signifikan. Rawan keterlambatan delivery ke konsumen dan biaya scrap tinggi. |
Mengatasi 6 Kerugian Besar (Six Big Losses) di Lantai Produksi
- Equipment Breakdown: Kerusakan mesin tak terduga.
- Setup & Adjustments: Waktu ganti produk/mold yang terlalu lama.
- Small Stops / Idling: Mesin macet sesaat (< 5 menit).
- Reduced Speed: Mesin dijalankan lebih lambat dari kapasitas desain.
- Startup Reject: Cacat produk saat pemanasan/penyetelan awal.
- Production Scrap: Barang reject selama proses berjalan normal.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ OEE)
Apakah OEE lebih dari 100% dimungkinkan?
Secara teori tidak bisa. Jika OEE melebihi 100%, umumnya terdapat kesalahan input pada Ideal Cycle Time (misalnya standar kecepatan desain diset terlalu lambat dibandingkan kapasitas mesin sebenarnya).
Apa perbedaan OEE vs OOE vs TEEP?
OEE mengukur efektivitas berdasarkan Planned Production Time. OOE (Overall Operations Effectiveness) memperhitungkan seluruh waktu kerja pabrik termasuk waktu tidak berjadwal. Sementara TEEP (Total Effective Equipment Performance) memperhitungkan total 24 jam sehari, 365 hari setahun (All Time).